Jumat, 24 April 2020

JADILAH JARUM

Foto Sr. Agustina Ikun TMM.

JADILAH JARUM - Meskipun Jarum itu tajam, tetapi bisa menyatukan sesuatu yang terpisah.

Dalam hidup bersama, orang yang mulut tajam tentu akan memisahkan dan tidak menyatukan. Akan tetapi menjadi jarum yang tajam berarti bahwa kita harus mempunyai kesadaran diri yang tajam terhadap penderitaan, kesulitan, pergumulan orang lain dan kita berusaha seperti jarum untuk menyatukan kembali hidup mereka yang sudah terpecah – pecah karena kesulitan hidup yang susah agar mereka bersatu dengan diri dan sesama  mereka.

Jadilah orang yang disenangi banyak orang karena peka terhadap situasi hidup mereka dan jangan menjadi gunting karena hidup bukan untuk mempersulit orang lain karena ketika kita mempersulit orang lain kita tidak sadar namun suatu saat kita akan sadar tentang perlakuan itu.

Saat  "di Ambang Ajal",  kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia sia.
Tapi semua itu sudah terlambat.
Kita tak bisa memutar waktu kembali.
Jadi sadarlah wahai saudaraku...
Hidup tidaklah lama.

Sudah saatnya kita bersama-sama membuat
HIDUP LEBIH BERHARGA:

Saling menghargai,
Saling membantu,
Saling memberi,
Saling mendukung dan
Saling mencintai

Jadilah teman setia tanpa syarat
Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai hati nurani yang tulus.

Yang menolong karena memang hati tergerak, bukan demi pencitraan dan imej.

Apa yang ditabur itulah yang akan dituai Allah tidak pernah menjanjikan bahwa: langit itu selalu biru, bunga selalu mekar,  dan mentari selalu bersinar. Tapi ketahuilah bahwa Allah: Selalu memberi pelangi di setiap badai.

Memberi senyum di setiap air mata. Memberi kasih sayang dan berkah di setiap cobaan,  dan Jawaban di setiap doa.

Jangan pernah menyerah, terus berjuanglah,  hidup ini indah dan berwarna. Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan. Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita,  namun berapa banyak orang yang bahagia karena kita.

Jangan pernah menjadi  "gunting", karena gunting bisa  memotong sesuatu menjadi terpisah,  jadilah "jarum",  meskipun tajam tetapi bisa menyatukan apa yang sudah terpisah.

By: Sr. Agustina Ikun TMM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar