![]() |
| Foto Suster Agustina Ikun TMM (Dok. Pribadi). |
Ketika saya merenungkan apa artinya hidup secara penuh, maka muncul pertanyaan dalam benak saya: “Bagaimana saya bisa menghadapi berbagai tantangan, tempat dan situasi di mana saya berpijak?”
Jawaban atas pertanyaan itu adalah bahwa saya mesti menyetarakan pelbagai ruang dalam diriku seperti: emosi, pikiran, kemauan dan hati. Ketika saya mampu mengolah emosi dan selalu berpikir positif maka hidup ini akan terasa penuh dengan kedamaian.
Jawaban atas pertanyaan itu adalah bahwa saya mesti menyetarakan pelbagai ruang dalam diriku seperti: emosi, pikiran, kemauan dan hati. Ketika saya mampu mengolah emosi dan selalu berpikir positif maka hidup ini akan terasa penuh dengan kedamaian.
Orang yang hidup secara penuh akan menemukan kebahagiaan sejati, yang mungkin bagi orang lain adalah sebuah beban atau tugas. Namun hal ini justru menjadi tantangan bagaimana seseorang dapat hidup secarah penuh.
Saya mengibaratkan hidup secara penuh itu bagaikan duri-duri pada setangkai bunga mawar. Kenapa? Karena yang menjadi pusat perhatian orang bukan pada tangkainya melainkan pada bunga mawar itu sendiri. Aroma bunga mawar yang harum mengundang banyak kumbang dan kupu-kupu datang mengisap madunya.
Begitupun hidup ini, ketika saya mampu melewati duri-duri hidup ini, maka saya akan menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan yang saya alami akan mengundang banyak orang untuk merasakan apa artinya hidup secara penuh.
Hal lain yang harus saya sadari dalam diri untuk hidup secara penuh adalah “hidup yang di jalani setiap hari memberikan sesuatu yang baru”. Hari ini bukan menjadi tiruan dari hari kemarin. Apa yang saya alami pada hari kemarin tidak sama dengan hari ini. Hidup secara penuh membutuhkan sebuah perubahan.
Apa yang harus diubah? Cara pandangku agar selalu berpikir positif. Pikiran positif akan melahirkan pengertian-pengertian baru. Pengertian baru inilah yang membawaku pada sebuah kenyataan hidup. Ketika saya mampu hidup secara penuh, saya akan merasakan betapa pedihnya hidup ini karena penuh dengan penderitaan yang menyakitkan.
Namun ketika saya mampu melewati semua penderitaan ini, maka saya akan tumbuh menjadi pribadi yang berpengalaman, lebih peka, lebih mudah berempati dan penuh kasih sayang, karena saya telah mau mengambil bagian dalam penderitaan itu. Penderitaan yang ku alami hendaklah disatukan dengan penderitaan Kristus yang di salib. Di situlah saya akan menemukan kebahagian sejati.
Kebahagiaan sejati ada di dalam diriku, dan kedamaian sejati yang perlu saya ciptakan, terimakasih untukmu pengalaman yang menantang saya sampai pada refleksi ini, terimakasih untukmu yang dengan caramu saya mampu untuk melihat titik terang dibalik semua peristiwa yang meyakitkanku.
Ampunilah aku ya Tuhan dan ampunilah dia dan mereka semua, I LOVE YOU.
Ampunilah aku ya Tuhan dan ampunilah dia dan mereka semua, I LOVE YOU.
Untuk menjadi pribadi bahagia dan sukses dalam hidup yang memang tak selalu mudah ini, perlu memperkuat keyakinan dan harapan sebagai energi kehidupan ini. End.
By: Suster Agustina Ikun TMM.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar