By: Sr. Faustina TMM.
![]() |
| Foto Suster Faustina Ikun TMM (Dok. Pribadi). |
Terlahir itu gampang, tetapi terkadang saat untuk menjalani hidup itu terasa berat bahkan ada yang teramat berat. Nacer es fácil, pero cuando se vive la vida a veces se siente pesada e incluso muy pesada (Quepe-Chile, 29-03-2019).
Sepasang suami istri melalui perkawinan biologis bisa dengan gampang melahirkan buah hati mereka, tetapi terkadang mereka kesulitan untuk menghidupi buah hati mereka, karena banyak alasan seperti kesulitan ekonomi, pangan, sandang, papan, pendidikan dll.
Sepasang suami istri melalui perkawinan biologis bisa dengan gampang melahirkan buah hati mereka, tetapi terkadang mereka kesulitan untuk menghidupi buah hati mereka, karena banyak alasan seperti kesulitan ekonomi, pangan, sandang, papan, pendidikan dll.
Jangan berlomba-lomba untuk menjadikan hidupmu kaya raya, sebab tidak semua yang kaya raya batinnya bahagia. Sukses saja mungkin sudah cukup. Berjuanglah untuk bahagia sebab kebahagiaan adalah keindahan hidup yang tidak dapat dibeli dengan harta yang melimpah (Quepe-Chile, 29-03-2019).
Jika anda telah menduduki suatu posisi penting dalam pemerintahan atau jabatan tertinggi dalam politik jangan anda terlalu angkuh dan memandang rendah mereka yang tidak sependapat denganmu. Jangan sekali-kali anda memperlakukan mereka yang tidak satu jalan denganmu sesuka hatimu. Sebab periode di mana anda sedang menjabat tidak selamanya akan anda nikmati. Periode waktu itu akan pergi dan orang lain akan mengganti posisimu. Di saat itulah caramu yang sesuka hati itu juga akan diterapkan kepadamu atau keturunanmu atau konco-koncomu. Jabatan dan kuasa itu adalah kesempatan temporal. Hari ini giliranmu. Besok giliran orang lain. Janganlah sombong…!
Ada banyak orang kaya di luar sana seperti para artis, pejabat negara dan pengusaha terkadang batinnya sangat miskin akan kebahagiaan karena itu mereka sering mencari kebahagiaan melalui narkoba, pesta pora, seks bebas. Tetapi setelah kadar kenikmatan narkoba, alkohol dan seks menghilang beberapa jam sesudahnya, batinnya terasa kosong dan kehilang arah. Dan jika perbuatan mereka itu bertentangan dengan hukum karena itu polisi harus berurusan dengan mereka, maka pada saat itulah mereka akan menjadi cukup bingung, menutup muka dan memukul dahi berkali-kali.
Tuhan menciptakan bumi dan alam untuk semua manusia. Itu artinya, semua manusia memilik hak yang sama untuk hidup di bumi ini dan menikmati seluruh alam yang ada dengan bebas. Tidak pernah ada satu manusia pun atau negara mana pun yang boleh dengan leluasa menguasai tanah dan alam ini seenaknya lalu menyingkirkan orang lain.
Hidup adalah sebuah proses perjalanan dari yang ada menuju ketiadaan. Karena itu, kehidupan kita itu ada pada siklus “Ada dan Tiada”. Hidup yang Ada artinya keberadaan seseorang secara riil saat ini di dunia ini. Keberadaan kita ini hanya mungkin kalau ada hubungan biologis antara dua manusia yang berbeda jenis kelamin, yakni laki-laki dan wanita. Hasil hubungan biologis dari kedua manusia yang berbeda ini akan melahirkan seseorang yang riil dan hidup. Hal ini berarti seseorang telah ‘berada’ karena dia ada, maka dia hidup.
Dalam keberadaannya yang riil di atas bumi ini, seseorang bisa ada dengan waktu yang cukup singkat, bisa dalam waktu yang lama bahkan sangat lama. Dan dalam waktu yang cukup lama, manusia itu bisa melakukan atau menciptakan apa saja demi menopang keberadaan hidupnya. Dia bekerja di ladang, di kebun, di sawah, di laut, di kantor, perusahaan dan lain-lain. Biasanya dalam waktu kerja ini karena keegoannya manusia pasti akan saling bersaing mengumpulkan kebutuhan hidupnya. Selain kebutuhan pokok, ada tiga kebutuhan yang paling dikejar oleh manusia dalam waktu kerja, pertama uang, kekayaan dan jabatan. Ketiga hal ini sering menyebabkan manusia itu saling bersaing secara konyol seperti saling mengejek, menghina, dan yang paling puncak ialah perang berdarah. Siapa yang menang dialah yang menguasai ketiga hal di atas. Hal ini terjadi karena penyakit rakus atau egois. Tetapi terkadang terlalu asyik dikuasai oleh virus kerakusan dan keegoisan, orang tidak lagi saling menghargai dan peduli satu terhadap yang lain. Dunia ini rusak karena patologi egoisme atau kerakusan terlalu massif menguasai manusia. Maka tidak heran, jika seseorang bisa menguasai tanah yang sangat luas karena ia memiliki uang, kekayaan dan jabatan. Padahal sejak awal mula, bumi ini diperuntukkan bagi semua manusia.
Setelah melewati dunia kerja, manusia yang tadinya ada perlahan-lahan ia mulai menua, layu dan akhirnya ia menuju dunia ketiadaan. Dunia ketiadaan ini adalah kematian. Mati artinya keberadaan seseorang di atas bumi ini telah berhenti. Itu artinya seseorang tidak lagi hidup. Saat itulah segala yang pernah dikumpulkannya semasa masih kuat akan menjadi sia-sia bagi dia yang telah tiada. Lazimnya, dalam kondisi menua dan layu manusia berusaha untuk memperbaiki diri yang dalam terminalogi agama disebut tobat.
Binatang Manusia
Manusia itu secara umum usia hidupnya kurang dari satu abad. Menurut catatan Mazmur usia manusia tujuh puluh tahun, delapan puluh jika kuat. Usia produktif manusia kurang lebih 30 tahun. Ketika dia menginjak usia kepala 5 ke atas dia hanya memiliki separuh energi. Manusia adalah bentuk lain dari binatang. Dia adalah binatang yang memiliki akal. Akal adalah sebuah teknologi tercanggih yang disimpan oleh Sang Pencipta di dalam kepala binatang yang bernama manusia. Teknologi tercanggih (akal) memungkinkan dia untuk membedakan antara yang baik dan buruk, mengetahui dan memahami tentang sesuatu dan dapat menciptakan segala sesuatu seturut kemampuan dan kehendaknya.
Sebagai contoh manusia dapat menciptakan karya seni, puisi, lagu, memainkan musik, bangunan yang megah, senjata nuklir dan lain-lain. Namun, satu hal yang tidak dapat ia ciptakan ialah alat untuk mengetahui dan medeteksi KAPAN DIA AKAN MATI (kecuali orang yang ingin bunuh diri dia tahu bahwa saat ini juga dia akan mati). Karena itu, secanggih apa pun akalnya, ia tetap tidak akan mampu menemukan jalan terbaik untuk mempermuda fisiknya dan memperpanjang jalan hidupnya sesuka hati. Hanya Allah yang memiliki kemampuan untuk mengetahui waktu kematian. Mungkin karena itulah, Allah itu tidak pernah mati.
Sebagai contoh manusia dapat menciptakan karya seni, puisi, lagu, memainkan musik, bangunan yang megah, senjata nuklir dan lain-lain. Namun, satu hal yang tidak dapat ia ciptakan ialah alat untuk mengetahui dan medeteksi KAPAN DIA AKAN MATI (kecuali orang yang ingin bunuh diri dia tahu bahwa saat ini juga dia akan mati). Karena itu, secanggih apa pun akalnya, ia tetap tidak akan mampu menemukan jalan terbaik untuk mempermuda fisiknya dan memperpanjang jalan hidupnya sesuka hati. Hanya Allah yang memiliki kemampuan untuk mengetahui waktu kematian. Mungkin karena itulah, Allah itu tidak pernah mati.
Dalam hidupnya yang tidak terlalu lama tersebut, binatang berakal budi tersebut menggunakan teknologi akalnya untuk menciptakan segala sesuatu yang dibutuhkannya. Tetapi karena esensi kebinatangannya, ia memiliki sebuah entitas di dalam dirinya bernama ego. Ego ini terkadang bisa mengendalikan manusia jika teknologi akalnya tidak berfungsi secara maksimal. Ketika ego menguasai dirinya, maka manusia bisa bertindak sama seperti seekor serigala yang buas. Dalam keadaan yang buas seperti seekor singa manusia dapat saling memangsa satu sama demi mempertahankan hidup, kepentingan kekuasaan, kekayaan dan lain-lain. Ketika manusia itu hidupnya terlalu egois (rakus kekayaan, kekuasaan, mengeksploitasi hak orang lain) kemudian marah dan bertindak brutal terhadap sesamanya, maka itu tanda bahwa ia sungguh-sungguh seekor binatang seperti seekor singa atau anjing. Di saat seperti itu, teknologi akalnya mati suri.
Persahabatan
Jika dalam sebuah persahabatan entah itu dalam persahabatan politik, persahabatan di sekolah dan persahabatan dalam kelompok sosial lainnya, jika ada sesama teman baikmu yang amat baik terhadapmu, tiba-tiba berubah sikap terhadapmu. Dia menjadi apatis terhadapmu. Dia tidak lagi menyapamu sekalipun anda saling berpapasan di di meja makan atau di jalan, dia tidak lagi menegurmu melalui dunia maya (DUMA) sekalipun selulernya aktif, akun facebooknya berwarna hijau dan nomor WhatsApp sedang dalam kondisi online, itu adalah sebuh tanda yang tidak biasa. Artinya sinyal buruk atau sedang bermasalah serius. Ada dua kemungkinan, yaitu dia yang bermasalah atau anda yang bermasalah terhadapnya. Jika anda mengalami hal seperti ini dalam hidupmu, maka anda harus secepatnya berpikir bahwa:
1. Anda sedang berbuat sebuah masalah serius terhadapnya, atau bisa jadi sebaliknya jika anda merasa anda tidak melakukan masalah apa pun.
2. Dia sedang marah terhadapmu atau sudah tidak lagi menyukaimu dan tidak ingin lagi bersahabat denganmu.
3. Jika titik persoalan ada padamu sehingga menyebabkan dia marah dan tidak suka, maka di matanya anda tidak berbeda dengan seorang pembual dan pembawa sial baginya.
Jika itu terjadi, maka mungkin baik anda lekas mengambil keputusan untuk pergi jauh dari sahabatmu itu, bukan karena anda membencinya melainkan untuk menjaga agar tidak terjadi suatu benturan yang cukup serius di antara kamu. Anda pergi akan jauh lebih membahagiakan baik dirinya maupun dirimu. Tetapi jika anda masih nekad memilih untuk bertahan dalam situasi seperti ini, baginya anda adalah sebuah duri yang selalu memberi rasa sakit pada daging. Anda tahu, duri pasti akan dikeluarkan dari dalam daging dan dibuang ke dalam api lalu terbakar dan menjadi debu.
Tentang Pemahaman
“Menjadi Manusia adalah untuk mengerti. Tetapi itu tidak berarti manusia memiliki pemahaman sempurna. Ada banyak manusia yang salah paham. Tetapi ada kebutuhan baginya untuk mencoba memahami...". Pemahaman adalah eksistensialitas.
“Saya ada untuk memahamai atau mengerti. Jika saya belum memahami sesuatu itu artinya pemahaman atau pengertian saya tentang sesuatu itu belum sempurna. Dan karena pemahaman adalah sesuatu yang esensial dalam diriku, maka akan selalu ada usaha untuk mencoba memahami apa yang belum saya pahami. Jika saya belum memahami tentang sesuatu itu bukan berarti saya sama sekali bodoh, tetapi karena pemahaman saya belum sempurna. Belum memahami tentang sesuatu sama dengan bunyi tali gitar yang stelannya masih fals. Supaya sebuah gitar menghasilkan bunyi yang sempurna, maka tali gitarnya harus benar-benar distel dengan sempurna oleh sang gitaris. Tugas seorang guru sama seperti seorang gitaris. Ia harus bekerja untuk menstelkan para muridnya agar mereka bisa memahami secara sempurna, sama seperti bunyi tali gitar yang telah distel secara sempurna oleh sang gitaris”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar