Jumat, 25 Oktober 2019

Spent Time With The Self

Suster Agustina Ikun

Spent Time With The Self (STWS) adalah menyediakan waktu secara khusus untuk diri kita sendiri. Maksudnya ialah bahwa dengan waktu yang telah kita sediakan bagi diri kita sendiri, kita ingin masuk ke dalam diri kita, melihat diri kita, berkomunikasi dengan diri kita dan Tuhan, mendengarkan suara hati kita dan Tuhan, bertanya tentang siapa diri kita, apa yang telah kita buat di masa lalu, apa kelebihan dan kekurangan kita, bagaimana sikap dan tindakan kita selama ini terhadap diri sendiri, Tuhan dan sesama, apa yang akan kita berbaharui, apa yang akan kita rencanakan dan lakukan ke depan dan apa komitmen hidup kita hari ini dan selanjutnya.

Spent Time With The Self juga merupakan suatu momen yang sangat especial bagi kita untuk berkaca diri. Disini kita masuk ke dalam sebuah ruang yang indah untuk melihat segala sesuatu yang telah, sedang dan akan kita lakukan. Dalam kesempatan special ini focus perhatin kita diarahkan kepada kedalaman diri kita yang mencakup dua hal, yakni perasaan batin dan pikiran. Pada poin pertama kita masuk ke dalam perasaan batin kita, di sana kita akan masuk ke dalam ruang batin kita untuk merasakan atau menikmati apa yang sedang terjadi dengan perasaan batin kita kemarin, hari ini dan yang akan datang. 

Tentu saja kita akan melihat potret atau bayangan perasaan masa lalu dan hari ini. Ada perasaan senang/gembira yang membuat kita semangat dan menopang perjuangan dan karya kita. Ada pula perasaan yang membuat kita tidak gembira, lesuh, sakit dan putus asa. Tentu kedua pengalaman ini kita olah dalam keheningan waktu yang telah kita sediakan. Poin kedua, kita masuk ke dalam ruang pikiran kita di sana kita bergulat dan menguras tenaga untuk memikirkan dan mencari jalan terbaik untuk mengatasi pengalaman menyakitkan juga mencari alternatif yang terbaik demi masa depan hidup dan karya kita yang lebih baik ke depan.

Spent Time With The Self ditilik dari kaca mata iman-religius merupakan kesempatan terbaik bagi kita untuk berjumpa dan berkomunikasi secara inteks dengan Sang Allah  yang kita sembah. Di sana, Spent Time With Self menyediakan ruang especial bagi kita untuk shering pengalaman hidup kita dengan Tuhan serentak memohon kekuatan ajaib dari Tuhan bagi perjalanan hidup kita selanjutnya. Dalam ruang STWS ini kita memiliki kebebasan absolut untuk berbicara apa saja yang kita inginkan dari Tuhan. 

Dalam kesempatan yang hening dan penuh kedamaian seperti ini, kita akan sungguh merasakan jawaban dan sapaan dari Tuhan secara riil. Tuhan akan menyapa dan berbincang dengan kita melalui Suara Hati kita. Dalam hal ini, satu hal yang mesti kita lakukan ialah menciptakan ketenangan batin yang mendalam dan mengarahkan segala perhatian ke dalam kedalaman diri kita, maka di sana kita akan sungguh merasakan hadirnya Tuhan di sisi diri kita. 

Dalam kesempatan berahmat seperti ini, Tuhan akan menjawab secara tuntas segala hal yang kita sampaikan dan Ia akan mengatasi segala persoalan yang kita alami dan akan hadapi di hari-hari hidup kita selanjutnya. Oleh karena itu, hal yang mesti kita siapkan dalam kesempatan ini ialah memberi ruang konsentrasi dan ketenangan kepada diri kita dan mengajak diri kita untuk berjalan dan masuk tinggal di dalam ruang kedalaman diri kita. 

Jumat, 04 Oktober 2019

Orang Tua: Hanya Memberi Tak Harap Kembali

By: Suster Agustina Ikun TMM
Foto Suster Agustina TMM (Dok. Pribadi)

Menurut saya, Bapa dan Mama itu wakil Tuhan bagi setiap anak di bumi ini. Pendapatku ini didorong oleh alasan bahwa Bapa dan Mama itu kedua pribadi yang dipilih oleh Tuhan dan menyatukan mereka melalui sakramen penikahan untuk turut berpartisipasi dalam karya penciptaan generasi manusia di bumi ini. 

Berdasar pada pemahaman itu, saya merasa bahwa mereka berdua adalah sosok yang hebat dengan alasan bahwa mereka telah memperoleh kepercayaan dari Tuhan untuk turut ambil bagian dalam karya "penciptaan" manusia, yang kita kenal laki-laki dan perempuan. Artinya bahwa mereka pun turut berjuang sekuat tenaga memungkinkan terciptanya seorang manusia.

Upaya orang tua tidak berhenti pada tahap itu saja, tetapi justru terus berlanjut. Buktinya adalah mereka pertanggung jawabkan upaya mereka itu dengan kasih yang tak terhingga melalui menyusuinya, memelihara, menjaga, memberi makan dan mendidiknya menjadi pribadi yang kokoh.

Dalam seluruh proses itu, mereka rela membiarkan tubuh mereka disengat oleh teriknya matahari dan dihempas oleh kerasnya angin sakal demi mengais rezeki untuk membeli apa saja yang dibutuhkan anak-anaknya mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut. 

Ya, mereka rela bangun di waktu ayam belum turun dari pohon demi menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Setelah itu memberi makan dan selanjutnya menghantar ke sekolah. Proses seperti ini dilalui hari demi hari hingga anak-anak menyelesaikan semua jenjang pendidikan menengah.

Setelah itu, orang tua masih berjuang mencarikan perguruan tinggi yang baik untuk menyekolahkan anak-anak mereka agar masa depannya terjamin. 

Selanjutnya, jika perguruan tinggi pilihan orang tua maupun anak-anak sendiri itu jauh, tentu itu akan menjadi tantangan tersebdiri bagi anak maupun orang tua. Tantangan yang dimaksud tentu berkaitan dengan persoalan rindu sebagai orang tua maupun sebagai anak-anak.

Jika demikian, bagi orang tua, kadang mereka keluar dari rumah waktu subuh dan hampir pasti mereka tidak sarapan tetapi berusaha mengirim sesuatu untuk anak-anak sebagai ungkapan kasih sayang mereka. Sementara, jika tempat studi anak itu bisa dilalui dengan jalan kaki, maka apa pu tantanganya mereka rela berjalan kaki berkilo-kilo melintasi hutan dan bebatuan untuk mengantar beras, sayur, jagung muda dan beberapa potong daging goreng yang didapat dari acara adat di kampung demi anak-anak yang sedang belajar di kota. 

Lebih dari itu, kedua orang tua juga berjuang seribu satu cara agar di awal bulan, mereka bisa mengirim uang jajan, uang sekolah dan uang kos tepat pafa waktubya. Adoo... sayang mereka...!

Meskipun demikian keras perjuangan orang tua, jika orang tua terlambat kirim uang, kadang anak-anak membentak dan marah. Namun entah kenapa orang tua tidak pernah memarahi anak-anak. Mereka berdua hanya selalu berkata “sabar, nak! Bapa dan mama sedang berusaha. Bapa dan mama pasti akan kirim”. Hingga pada waktunya mereka mengirimkannya.

Lalu, anehnya kedua orang tua adalah bahwa setelah anak-anaknya selesai studi dan sukses, mereka tidak pernah menuntut ganti rugi satu sen pun kepada anak-anaknya. Malahan mereka berkorban lebih lagi urusin acara nikah anak-anaknya. Beginilah, memang aneh, tetapi nyata.

Dengan menelaah kenyataan seperti itu, saya berpikir bahwa kebehagiaan terbesar orang tua itu mungkin melihat anak-anaknya sukses. 

Bisa jadi demikian, karena banyak orang tua yang pernah saya temui sering sharingan mengalaman mereka yang sama seperti ini dan sempat memngungkapkan bahwa memang seperti itulah prinsip utama, tujuan dan cita-citakan mereka, yang mereka harapkan sejak mendirikan rumah tangga mereka. 

Maka jelaslah bahwa mengenai ganti rugi bukan hal yang mereka kejar. Mereka adalah kedua orang yang hanya berkorban dan memberi dengan setulus hati bagaikan mentari yang bersinar tiap pagi dan tak pernah mengharapkan balasan.

Jikalau demikian, menurutmu mereka itu orang gila atau orang kudus? Tentu saja, bagi saya mereka berdua adalah orang kudus, yang mempunyai hati yang sangat bening. Saya belum pernah melihat orang-orang muda atau sejenisnya di bumi ini yang memiliki hati sebaik setiap orang tua. 

Oleh karena itu, kembali lagi saya tegaskan bahwa Bapa-Mama adalah orang hebat dari orang-orang hebat lain yang pernah hidup di bumi ini, mereka adalah wakil Tuhan bagi setiap anak, mereka adalah orang yang diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk bertanggung jawab penuh pada hidup dan masa depan seorang manusia laki-laki dan perempuan yang dijadikan Tuhan dengan melibatkan Bapa & mama ini. Mereka juga adalah orang kudus.

Jasa Bapa dan Mama begitu besar bagi anak-anak, maka selayaknya anak-anak perlu sekali bersujud dan menghormati mereka sama seperti yang dilakukan umat beragama terhadap Tuhan, karena percaya bahwa tindakan seperti ini merupakan bagian dari bukti bahwa anak-anak pun mencintai dan menghormati Tuhan Allah yang hadir melalui kedua orang tua. 

Ya, lakukanlah.... Tuhan Allah tidak akan pernah marah kepadamu, jika anda berbuat demikian terhadap Bapa dan Mamamu, sebab dalam diri mereka Allah hadir.Terimakasih Bapa & mamaku.

I love you are! My honor for you are and I will praise for you every time. You are my hero. Thakns! 

Minggu, 29 September 2019

SENI TARI: RAMAYANA BALLET

Nama : Agustina Naitak
NIM    : 2017015208
Kelas  : 5 G
Prodi  : PGSD

Ramayana Ballet yang diselengarakan Hari Sabtu 21 September 2019 mulai pukul 20.00 WIB di Jl. Brigjend Katamso Yogyakarta.

Foto Penari Ramayana Ballet

Dalam pertunjukan Ramayanan Ballet tersebut menceritakan tentang kisah Ramayana. Pertunjukan tersebut memang tidak terdapat dialog sama sekali namun bahasa yang digunakan untuk menggambarkan jalannya cerita tersebut berupa gerakan seni tari yang dilakukan oleh para Sinden.

Para penari Ramayanan Ballet ini memakai dengan berbagai kostum dan tata rias yang berbeda dalam memerankan tokoh-tokoh tertentu yang selanjutnya menyuguhkan gerakan dengan penuh penjiwaan yang  mengajak para penonton larut dalam menikmati perpaduan yang serasi antara gerakan seni para penari dengan iringan bunyi gamelan yang  menambah suasana semakin hidup.

Dari tarian tersebut menggambarkan tentang Rama Wijaya, Dewi Sinta dan Leksmana (adik dari Rama) yang sedang melakukan perjalanan sampai dihutan Dandakala. Di hutan mereka bertemu dengan Rahwana yang ternyata menaruh hati kepada Dewi Shinta karena mengira jelmaan dari Dewi Widowati seorang wanita yang sangat dicintainya yang selama ini sedang dicari – carinya.

Selanjutnya Rahwana menyusun strategi untuk mendapatkan Sinta dari Rama dengan cara mengubah pengikutnya menjadi kijang kencana yaitu kijang yang cantik dan lincah. Shinta tertarik dan meminta agar Rama untuk menangkapnya. Akhirnya Rama meninggalkan Shinta dan Leksmana. Setelah lama tidak kembali maka Shinta meminta Leksmana untuk pergi menyusul Rama. Sebelum meninggalkan Shinta sendirian, Leksmana membuat lingkaran garis magis perlindungan untuk melindungi Shinta.

Mengetahui Shinta sendirian Rahwana mencoba mendekati Shinta tetapi gagal karena terhalang oleh lingkaran magis yang di buat oleh leksmana. Rahwana mencari akal dengan menyamar menjadi Brahmana tua, ketika Shinta keluar dari lingkaran dan mendekat untuk memberi sedekah tiba-tiba ditariklah Shinta dan selanjutnya dibawa Rahwana ke Alengka.

Selanjutnya Rama akhirnya berhasil menangkap kijang tersebut dan tiba-tiba berubbah menjadi raksasa sehingga terjadilah perkelahian dengan Rama. Raksasa tersebut akhirnya bisa dikalahkan oleh Rama dengan cara memanahnya. Tak lama kemudian Leksmana berhasil menemui Rama dan mengajak kembali untuk segera menemui Shinta.

Rama dan Leksmana terkejut karena Shinta sudah tidak berada di tempat lingkaran magis tersebut. Berdasarkan informasi dari seekor burung garuda yang bernama Jatayu, akhirnya Rama mengetahui bahwa Shinta ternyata dibawa Rahwana ke Alengka.

Dalam suasana kesedihan yang mendalam, mereka bertemu dengan kera putih yang diutus oleh paman Rama yang bernama Sugriwa. Kera putih tersebut diperintahkan untuk mencari dua kesatriya yang dapat mengalahkan Subali. Singkat cerita akhirnya Rama berhasil mengalahkan Subali.

Untuk membalas jasa Rama yang telah berhasil mengalahkan Subali, akhirya Sugriwo mengutus Hanuman untuk membatu Rama menemukan Shinta di Alengka. Kemudian Hanuman pergi ke kerajaan Alengka untuk mencari informasi kekuatan lawan sambil membuat onar di kerajaan tersebut.

Tetapi Hanuman ternyata dapat ditangkap oleh Indrajid putra dari Rahwana dan akhirnya Hanuman dibakar hidup-hidup. Hanuman yang dibakar bukannya mati akan tetapi dengan api tersebut malah membakar kerajaan Alengka ( Kisah ini di kenal dengan nama Hanuman Obong).

Selanjutnya Hanuman kembali menemui Rama dan bersama pasukan kera berangkat ke kerajaan                
Alengka. Maka terjadilah perang Brubuh dan akhirnya Rahwana gugur dipanah oleh Rama dan dihimpit oleh gunung Sumawan yang dibawa oleh Hanuman.

Setelah Rahwana mati, akhirnya Shinta dapat ditemukan oleh Rama. Akan tetapi Rama menolak karena menganggap Shinta sudah ternoda di kerajaan Alengka. Rama meminta Shinta untuk membuktikan kesuciannya. Dengan sukarela Shinta membakar dirinya sendiri, karena kejujuran, kebenaran dan kesucianya, atas pertolongan dewa api, Shinta akhirnya selamat dari api. Karena sudah terbukti kesuciannya akhirnya Rama kembali menerima Shinta dengan perasaaan bahagia dan haru.


DOKOMENTASI FOTO PARA PENARI RAMAYANA  BALLET


Foto Group Penari Ramayana Balet

Foto Penari Ramayana Balet 1

Foto Penari 2

Foto Penari 3

Foto Penari 4

Foto Penonton Tari Ramayana Ballet

Foto Penari 5



Foto Penari 6

Senin, 16 September 2019

Coretan Lepas Di Waktu Hening

By: Sr. Faustina TMM.
Foto Suster Faustina Ikun TMM (Dok. Pribadi).

Terlahir itu gampang, tetapi terkadang saat untuk menjalani hidup itu terasa berat bahkan ada yang teramat berat. Nacer es fácil, pero cuando se vive la vida a veces se siente pesada e incluso muy pesada (Quepe-Chile, 29-03-2019).

Sepasang suami istri melalui perkawinan biologis bisa dengan gampang melahirkan buah hati mereka, tetapi terkadang mereka kesulitan untuk menghidupi buah hati mereka, karena banyak alasan seperti kesulitan ekonomi, pangan, sandang, papan, pendidikan dll. 

Jangan berlomba-lomba untuk menjadikan hidupmu kaya raya, sebab tidak semua yang kaya raya batinnya bahagia. Sukses saja mungkin sudah cukup. Berjuanglah untuk bahagia sebab kebahagiaan adalah keindahan hidup yang tidak dapat dibeli dengan harta yang melimpah (Quepe-Chile, 29-03-2019).

Jika anda telah menduduki suatu posisi penting dalam pemerintahan atau jabatan tertinggi dalam politik jangan anda terlalu angkuh dan memandang rendah mereka yang tidak sependapat denganmu. Jangan sekali-kali anda memperlakukan mereka yang tidak satu jalan denganmu sesuka hatimu. Sebab periode di mana anda sedang menjabat tidak selamanya akan anda nikmati. Periode waktu itu akan pergi dan orang lain akan mengganti posisimu. Di saat itulah caramu yang sesuka hati itu juga akan diterapkan kepadamu atau keturunanmu atau konco-koncomu. Jabatan dan kuasa itu adalah kesempatan temporal. Hari ini giliranmu. Besok giliran orang lain. Janganlah sombong…! 

Ada banyak orang kaya di luar sana seperti para artis, pejabat negara dan pengusaha terkadang batinnya sangat miskin akan kebahagiaan karena itu mereka sering mencari  kebahagiaan melalui narkoba, pesta pora, seks bebas. Tetapi setelah kadar kenikmatan narkoba, alkohol dan seks menghilang beberapa jam sesudahnya, batinnya terasa kosong dan kehilang arah. Dan jika perbuatan mereka itu bertentangan dengan hukum karena itu polisi harus berurusan dengan mereka, maka pada saat itulah mereka akan menjadi cukup bingung, menutup muka dan memukul dahi berkali-kali. 

Tuhan menciptakan bumi dan alam untuk semua manusia. Itu artinya, semua manusia memilik hak yang sama untuk hidup di bumi ini dan menikmati seluruh alam yang ada dengan bebas. Tidak pernah ada satu manusia pun atau negara mana pun yang boleh dengan leluasa menguasai tanah dan alam ini seenaknya lalu menyingkirkan orang lain.
 
Hidup adalah sebuah proses perjalanan dari yang ada menuju ketiadaan. Karena itu, kehidupan kita itu ada pada siklus “Ada dan Tiada”. Hidup yang Ada artinya keberadaan seseorang secara riil saat ini di dunia ini. Keberadaan kita ini hanya mungkin kalau ada hubungan biologis antara dua manusia yang berbeda jenis kelamin, yakni laki-laki dan wanita. Hasil hubungan biologis dari kedua manusia yang berbeda ini akan melahirkan seseorang yang riil dan hidup. Hal ini berarti seseorang telah ‘berada’ karena dia ada, maka dia hidup.

Dalam keberadaannya yang riil di atas bumi ini, seseorang bisa ada dengan waktu yang cukup singkat, bisa dalam waktu yang lama bahkan sangat lama. Dan dalam waktu yang cukup lama, manusia itu bisa melakukan atau menciptakan apa saja demi menopang keberadaan hidupnya. Dia bekerja di ladang, di kebun, di sawah, di laut, di kantor, perusahaan dan lain-lain. Biasanya dalam waktu kerja ini karena keegoannya manusia pasti akan saling bersaing mengumpulkan kebutuhan hidupnya. Selain kebutuhan pokok, ada tiga kebutuhan yang paling dikejar oleh manusia dalam waktu kerja, pertama uang, kekayaan dan jabatan. Ketiga hal ini sering menyebabkan manusia itu saling bersaing secara konyol seperti saling mengejek, menghina, dan yang paling puncak ialah perang berdarah. Siapa yang menang dialah yang menguasai ketiga hal di atas. Hal ini terjadi karena penyakit rakus atau egois. Tetapi terkadang terlalu asyik dikuasai oleh virus kerakusan dan keegoisan, orang tidak lagi saling menghargai dan peduli satu terhadap yang lain. Dunia ini rusak karena patologi egoisme atau kerakusan terlalu massif menguasai manusia. Maka tidak heran, jika seseorang bisa menguasai tanah yang sangat luas karena ia memiliki uang, kekayaan dan jabatan. Padahal sejak awal mula, bumi ini diperuntukkan bagi semua manusia.

Setelah melewati dunia kerja, manusia yang tadinya ada perlahan-lahan ia mulai menua, layu dan akhirnya ia menuju dunia ketiadaan. Dunia ketiadaan ini adalah kematian. Mati artinya keberadaan seseorang di atas bumi ini telah berhenti. Itu artinya seseorang tidak lagi hidup. Saat itulah segala yang pernah dikumpulkannya semasa masih kuat akan menjadi sia-sia bagi dia yang telah tiada. Lazimnya, dalam kondisi menua dan layu manusia berusaha untuk memperbaiki diri yang dalam terminalogi agama disebut tobat.

Binatang Manusia   

Manusia itu secara umum usia hidupnya kurang dari satu abad. Menurut catatan Mazmur usia manusia tujuh puluh tahun, delapan puluh jika kuat. Usia produktif manusia kurang lebih 30 tahun. Ketika dia menginjak usia kepala 5 ke atas dia hanya memiliki separuh energi. Manusia adalah bentuk lain dari binatang. Dia adalah binatang yang memiliki akal. Akal adalah sebuah teknologi tercanggih yang disimpan oleh Sang Pencipta di dalam kepala binatang yang bernama manusia. Teknologi tercanggih (akal) memungkinkan dia untuk membedakan antara yang baik dan buruk, mengetahui dan memahami tentang sesuatu dan dapat menciptakan segala sesuatu seturut kemampuan dan kehendaknya.

Sebagai contoh manusia dapat menciptakan karya seni, puisi, lagu, memainkan musik, bangunan yang megah, senjata nuklir dan lain-lain. Namun, satu hal yang tidak dapat ia ciptakan ialah alat untuk mengetahui dan medeteksi KAPAN DIA AKAN MATI (kecuali orang yang ingin bunuh diri dia tahu bahwa saat ini juga dia akan mati). Karena itu, secanggih apa pun akalnya, ia tetap tidak akan mampu menemukan jalan terbaik untuk mempermuda fisiknya dan memperpanjang jalan hidupnya sesuka hati. Hanya Allah yang memiliki kemampuan untuk mengetahui waktu kematian. Mungkin karena itulah, Allah itu tidak pernah mati.

Dalam hidupnya yang tidak terlalu lama tersebut, binatang berakal budi tersebut menggunakan teknologi akalnya untuk menciptakan segala sesuatu yang dibutuhkannya. Tetapi karena esensi kebinatangannya, ia memiliki sebuah entitas di dalam dirinya bernama ego. Ego ini terkadang bisa mengendalikan manusia jika teknologi akalnya tidak berfungsi secara maksimal. Ketika ego menguasai dirinya, maka manusia bisa bertindak sama seperti seekor serigala yang buas. Dalam keadaan yang buas seperti seekor singa manusia dapat saling memangsa satu sama demi mempertahankan hidup, kepentingan kekuasaan, kekayaan dan lain-lain. Ketika manusia itu hidupnya terlalu egois (rakus kekayaan, kekuasaan, mengeksploitasi hak orang lain) kemudian marah dan bertindak brutal terhadap sesamanya, maka itu tanda bahwa ia sungguh-sungguh seekor binatang seperti seekor singa atau anjing. Di saat seperti itu, teknologi akalnya mati suri. 

Persahabatan


Jika dalam sebuah persahabatan entah itu dalam persahabatan politik, persahabatan di sekolah dan persahabatan dalam kelompok sosial lainnya, jika ada sesama teman baikmu yang amat baik terhadapmu, tiba-tiba berubah sikap terhadapmu. Dia menjadi apatis terhadapmu. Dia tidak lagi menyapamu sekalipun anda saling berpapasan di di meja makan atau di jalan, dia tidak lagi menegurmu melalui dunia maya (DUMA) sekalipun selulernya aktif, akun facebooknya berwarna hijau dan nomor WhatsApp sedang dalam kondisi online, itu adalah sebuh tanda yang tidak biasa. Artinya sinyal buruk atau sedang bermasalah serius. Ada dua kemungkinan, yaitu dia yang bermasalah atau anda yang bermasalah terhadapnya. Jika anda mengalami hal seperti ini dalam hidupmu, maka anda harus secepatnya berpikir bahwa:

1. Anda sedang berbuat sebuah masalah serius terhadapnya, atau bisa jadi sebaliknya jika anda merasa anda tidak melakukan masalah apa pun.

2. Dia sedang marah terhadapmu atau sudah tidak lagi menyukaimu dan tidak ingin lagi bersahabat denganmu.

3. Jika titik persoalan ada padamu sehingga menyebabkan dia marah dan tidak suka, maka di matanya anda tidak berbeda dengan seorang pembual dan pembawa sial baginya.

Jika itu terjadi, maka mungkin baik anda lekas mengambil keputusan untuk pergi jauh dari sahabatmu itu, bukan karena anda membencinya melainkan untuk menjaga agar tidak terjadi suatu benturan yang cukup serius di antara kamu. Anda pergi akan jauh lebih membahagiakan baik dirinya maupun dirimu. Tetapi jika anda masih nekad memilih untuk bertahan dalam situasi seperti ini, baginya anda adalah sebuah duri yang selalu memberi rasa sakit pada daging. Anda tahu, duri pasti akan dikeluarkan dari dalam daging dan dibuang ke dalam api lalu terbakar dan menjadi debu. 

Tentang Pemahaman

“Menjadi Manusia adalah untuk mengerti. Tetapi itu tidak berarti manusia memiliki pemahaman sempurna. Ada banyak manusia yang salah paham. Tetapi ada kebutuhan baginya untuk mencoba memahami...". Pemahaman adalah eksistensialitas.

“Saya ada untuk memahamai atau mengerti. Jika saya belum memahami sesuatu itu artinya pemahaman atau pengertian saya tentang sesuatu itu belum sempurna. Dan karena pemahaman adalah sesuatu yang esensial dalam diriku, maka akan selalu ada usaha untuk mencoba memahami apa yang belum saya pahami. Jika saya belum memahami tentang sesuatu itu bukan berarti saya sama sekali bodoh, tetapi karena pemahaman saya belum sempurna. Belum memahami tentang sesuatu sama dengan bunyi tali gitar yang stelannya masih fals. Supaya sebuah gitar menghasilkan bunyi yang sempurna, maka tali gitarnya harus benar-benar distel dengan sempurna oleh sang gitaris. Tugas seorang guru sama seperti seorang gitaris. Ia harus bekerja untuk menstelkan para muridnya agar mereka bisa memahami secara sempurna, sama seperti bunyi tali gitar yang telah distel secara sempurna oleh sang gitaris”. 

Rabu, 11 September 2019

Mengenal Sosok Suster Agustina Ikun TMM


Foto Suster Agustina TMM (Foto Saat Wisata di Kerajaan Kraton 2018)

Suster Agustina TMM Lahir di Flores pada tanggal 12 Agustus 1989. Lalu ia dibesarkan keluarga di sana (tanah Flores), hingga menamatkan Pendidikan SD, SMP & SMA. Selanjutnya ia berusaha menjawab panggilan Tuhan melalui tarekat TMM dan telah menjadi seorang Suster TMM sejak beberapa Tahun yang lalu. Tugas pertama sebagai seorang Suster TMM ia jalani di Kalimantan.

Setelah itu, kongregasi TMM percayakan dia untuk studi lanjut. Maka kepercayaan ini ia hargai dengan menyatakan kesediaannya untuk itu. Kesediaannya ini ia buktikan dengan keberadaannya sebagai seorang mahasiswi saat ini pada salah satu perguruan Tinggi di Kota Yogyakarta - Jawa Tengah.

Semoga Suster tetap semangat dalam semua usaha menyelesaikan studi, sehingga pada saatnya Suster bisa kembali ke komunitas TMM untuk memperluas karya-karya kasih Allah secara nyata bagi banyak orang (Umat Allah).